Kontraktor Didakwa Suap Pejabat Kutim Rp8 Miliar

Seseorang kontraktor, Deky Aryanto( DA) ialah Direktur CV Nulaza Karya didakwa menyuap 8 miliar rupiah serta 6 sepeda pada beberapa pejabat di Kabupaten Kutai Timur( Kutim). Mereka ialah Bupati Kabupaten Kutim 2016- 2021, Ismunandar; Anggota DPRD Kabupaten Kutim 2014- 2019, Encek Unguria Riarinda Firgasih; Kepala Badan Pendapatan Daerah( Bapenda) Kabupaten Kutim, Musyaffa; serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Wilayah( BPKAD) Kabupaten Kutim, Suriansyah alias Anto.

“ Suap ini dengan arti supaya Ismunandar, Encek Unguria Riarinda Firgasih melalui Musyaffa dan Suriansyah alias Anto mengupayakan terdakwa( Deky) memperoleh proyek di area Pemerintah Kabupaten Kutim Tahun Anggaran 2019 dan proyek pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kutim Tahun Anggaran 2020 lewat prosedur penunjukkan langsung,” tutur Jaksa Penuntut Umum( JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK), Konsentrasi Pratomo dalam surat dakwaan yang diterima Koran Jakarta.

Secara terpisah, Direktur PT Turangga Triditya Perkasa yang juga merupakan kontraktor, Aditya Maharani Yuono didakwa memberikan suap sebesar 6,1 miliar rupiah kepada Ismunandar. Uang tersebut diberikan terdakwa Aditya melalui Musyaffa dan Kepala Dinas PU Kabupaten Kutim, Aswandini Eka Tirta.

Jaksa Nur Haris Arhadi mengatakan uang itu diberikan dengan maksud supaya Ismunandar melalui Musyaffa mengupayakan dan membantu terdakwa (Aditya) memperoleh proyek paket pekerjaan pada dinas-dinas di lingkungan Kabupaten Kutai Timur.

Atas perbuatan keduanya, Deky dan Aditya didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Persidangan keduanya dilaksanakan secara daring dari Pengadilan Negeri Samarinda. Kedua terdakwa berada di Gedung Merah Putih Jakarta, dikarenakan pandemi Covid-19.

Seusai persidangan, keduanya memilih untuk tidak berkomentar terkait dakwaan jaksa tersebut. Mereka langsung memasuki mobil tahanan yang menjemputnya.

Dalam permasalahan ini ada 5 tersangka lain. Mereka yaitu Ismunandar dan istrinya Encek Unguria selaku Pimpinan DPRD Kutim; Kepala Badan Pendapatan Daerah Musyaffa; Kepala BPKAD, Suriansyah; dan Kepala Dinas PU, Aswandini. Mereka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Sumber : Koran Jakarta