Sistem manajemen mutu atau kualitas merupakan salah satu komponen penting yang wajib dimiliki setiap perusahaan. Dilansir dari Investopedia, manajemen mutu dilakukan agar kualitas layanan maupun produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar yang diinginkan perusahaan.
Manajemen mutu tidak hanya dilakukan melalui pengecekan standar kualitas, tetapi juga mencakup standar untuk jenis bahan baku, proses dan durasi pengerjaan, hingga prosedur kerja.
Melalui manajemen mutu yang tepat, perusahaan dapat menjaga dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk atau jasa yang dihasilkan.
Kendati manajemen mutu dapat dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan, belum tentu standar mutu yang dijalankan sesuai dengan praktik terbaik. Bisa jadi, standar mutu yang digunakan justru kurang efektif atau ketinggalan zaman.
Agar perusahaan dapat mempertahankan kredibilitas dan kualitas layanan, mengadopsi standar mutu internasional atau International Organization for Standardization (ISO) bisa jadi pilihan.
Dengan menerapkan standar ISO, perusahaan dapat menjalankan manajemen mutu yang terkelola dengan baik. Misalnya, dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan, mulai dari peraturan kerja, batasan pekerjaan, serta tindakan preventif apabila ada karyawan yang resign atau pensiun.
Sementara pada kegiatan produksi atau layanan, standar ISO dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk mengantisipasi apabila terdapat masalah pada produk atau jasa. Dengan menerapkan standar ISO, perusahaan bisa menentukan tindakan yang tepat tanpa harus menurunkan kualitas produk atau layanan.
Berbicara tentang standar ISO, perusahaan bisa mempertimbangkan untuk mengadopsi salah satu standar ISO yang banyak digunakan perusahaan di Tanah Air. Standar tersebut adalah ISO 9001:2015.
Dilansir dari berbagai sumber, terdapat tujuh komponen yang menjadi beberapa fokus pengendalian mutu perusahaan, yakni fokus pada pelanggan (customer focus), kepemimpinan (leadership), dan keterlibatan sumber daya manusia (engagement of people).
Fokus selanjutnya adalah proses pendekatan (approach process), perbaikan (improvement), pengambilan keputusan berdasar fakta dan data (evidence-based decision making), serta manajemen hubungan (relationship management).
Sama seperti standar ISO pada umumnya, ISO 9001:2015 tidak hanya bisa diterapkan pada dunia industri, tetapi juga bidang jasa seperti sekolah, universitas, hingga rumah sakit.
Penerapan standar ISO juga bisa diperluas untuk keperluan berbagai divisi, termasuk pengukuran kinerja per divisi, akuntansi dan keuangan, serta manajemen dokumen.
Temukan Solusi Sistem Manajemen Mutu Perusahaan Anda Bersama Itokindo (Dok Foto www.freepik.com)
Syarat sertifikasi ISO 9001:2015
Untuk dapat memiliki logo standar ISO 9001:2015 yang diizinkan untuk dicetak pada kop surat, box packing, dan semua identitas perusahaan; perusahaan harus mengajukan proses sertifikasi dan kelengkapan dokumen kepada lembaga sertifikasi ISO. Adapun dokumen yang perlu disiapkan mencakup ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu (SMM), pengendalian proses, kebijakan mutu, sasaran mutu, dan pengendalian operasional; serta catatan mengenai hasil audit internal, dokumen tinjauan manajemen, dll.
Di samping itu, perusahaan juga perlu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta rencana perbaikan di masa depan. Namun, perlu dicatat bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mendapat sertifikat ISO 9001:2015 berada di kisaran angka yang cukup tinggi.
Sumber : detik
Apabila Perusahaan Anda ingin tersertifikasi ISO , Silakan menghubungi kami di nomor 0813 1600 1020