Dampak Pandemi, Beban Kontraktor Meningkat

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menyatakan pandemi Covid-19 sudah berdampak pada meningkatnya beban para kontraktor, karena harus menyesuaikan operasional dengan standar yang telah ditetapkan.

Wakil Sekjen II Gapensi Errika Ferdinata menerangkan pihaknya tak menyangka pandemi karena virus Corona ini akan sangat parah terhadap dunia usaha, termasuk bisnis para kontraktor.

“Kami tidak menyangka pandemi akan berdampak pada bisnis termasuk kontraktor sampai separah ini, salah satunya banyak SOP yang harus diperbaiki,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Salah satu Standar Operasional Prosedur yang perlu disesuaikan para kontraktor misalnya memperbarui aturan penggunaan masker bagi pada karyawan di lingkungan kerja.

Kemudian barak pekerja juga harus diperbarui dan memenuhi standar kesehatan. Sehingga bila sebelumnya satu barak kini sudah tidak memadai untuk digunakan seperti masa sebelum pandemi, karena itu kontraktor harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.

Akibatnya banyak kontraktor yang mulai tidak sanggup, dan memilih untuk vakum atau berhenti sementara waktu sampai kondisi kembali membaik.

“Tapi biaya operasional tetap berjalan, ini yang membuat beban kontraktor semakin berat di tengah berkurangnya jumlah proyek yang ditawarkan pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan realokasi anggaran sehingga pagu anggaran tahun ini berkurang Rp44,58 triliun. Hal ini juga berdampak pada tertundanya sejumlah proyek.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa berdasarkan Inpres No. 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, PUPR melaksanakan realokasi program dan anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 yang berasal dari beberapa sumber.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia