Pekerjaan Puskesmas Hauhasi, Kecamatan Toianas, yang menelan anggaran Rp 4,3 miliar hingga kini belum tuntas.
Padahal, pekerjaan puskesmas protaip oleh PT Karya Fencia Jaya Mandiri itu sudah dilakukan sejak Juni 2019 namun hingga kini belum tuntas.
Dua kali addendum yang diberikan tak mampu dimanfaatkan PT Karya Fencia Jaya Mandiri untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. Namun anehnya walau masa addendum sudah selesai, Dinas Kesehatan TTS masih membiarkan PT Karya Fencia Jaya Mandiri menyelesaikan pekerjaan tersebut bukannya di-PHK.
PPK Pembangunan Puskesmas Hauhasi, Nahak Baunsele, tidak menampik jika saat ini pekerjaan Puskesmas Hauhasi dilakukan di luar waktu addendum. Dua kali addendum yang diberikan terhitung sejak Januari hingga Juni tak mampu dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Penyelesaian pekerjaan di luar waktu addendum dikatakan Nahak, diberikan karena pertimbangan pihak rekanan ada niatan baik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Selain itu, dikatakan Nahak, jaminan yang diberikan masih berlaku hingga 27 Juli mendatang.
Terakhir pertimbangan asas manfaat mendasari pihaknya memberikan waktu untuk rekanan agar secepatnya menyelesaikan pekerjaan tersebut.
“Kami akui pekerjaan itu memang saat ini berjalan di luar waktu addendum. Kami ada beberapa pertimbangan sehingga memberikan kesempatan agar rekanan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pihak rekanan juga bersedia membayar denda keterlambatan dan jaminan yang diberikan masih berlaku sampai 27 Juli mendatang. Kita sudah dorong agar dalam pekan ini pekerjaan Puskesmas Hauhasi bisa selesai,” jelasnya.
Ketika ditanyakan terkait alasan keterlambatan penyelesaian pekerjaan itu, dikatakan Nahak, faktor masalah sosial menjadi penyebab utamanya. Banyak pekerja dari Jawa dan Makasar yang tidak betah dan memilih pulang kampung sebelum pekerjaan tersebut selesai. Bahkan ada beberapa tukang yang sakit.
Penjelasan Nahak Berbeda dengan penjelasan Edy Gunawan, kepala tukang. Menurut Edy, keterlambatan penyelesaian pekerjaan tersebut disebabkan kekurangan bahan bangunan yang didistribusikan PT Karya Fencia Jaya Mandiri.
Pernyataan Nahak juga berbeda dengan penjelasan dari Kadis Kesehatan TTS, dr. Irene Atte. Menurutnya pekerjaan Puskesmas Hauhasi sudah di-PHO dengan catatan sisa pekerjaan yang belum tuntas. Hingga saat ini, pembayaran pekerjaan tersebut juga belum 100 persen.
“Sisa uang yang belum dibayar lebih besar dari sisa pekerjaan yang belum diselesaikan. Tapi lebih jelas dengan PPK-nya saja,” singkat Irene.
Untuk diketahui, sampai saat ini pekerjaan Puskesmas Hauhasi menyisakan pekerjaan pagar dan pemasangan kaca pintu depan gedung Puskesmas. Progres pekerjaan hingga saat ini mencapai 98 persen, tersisa dua persen belum selesai.
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia