Rekanan yang mengerjakan proyek Hotmix menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih menunggu kepastian pencairan dana dari Pemkab Pamekasan, Senin (15/3/2021).
“Hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda pencairan walau proyek telah selesai 100 persen,” kata salah seorang kontraktor di Pamekasan, H. Halim.
Menurutnya, banyak paket di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan tahun 2020 belum dicairkan.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat dimintai keterangan usai Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2020 enggan memberikan keterangan.
Ia menyarankan awak media konfirmasi langsung kepada Sekdakab Pamekasan Totok Hartono dan Kepala Bappeda Taufikurrahman. “Silahkan ke Sekda dan pak Tofik, ya,” singkatnya.
Sementara Sekdakab dan Kepala Bappeda Pamekasan juga enggan memberikan keterangan. Bahkan mereka berdua lempar ke Kepala BKD Pamekasan, Sahrul Munir.
Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan Sahrul Munir kembali menyatakan bahwa utang pemerintah kepada kontraktor dapat dicairkan minggu-minggu ini.
Sebelumnya, pada 26 Februari 2021 kemaren juga menyampaikan bahwa dana pemulihan ekonomi bisa dicairkan minggu-minggu terakhir bulan Februari.
Nyatanya hingga pertengahan bulan Maret 2021 dana PEN senilai Rp 33 miliar di bawah naungan PUPR Pamekasan belum dapat dicairkan.
Ia menyebut proyek yang bersumber dari PEN tidak dapat dicairkan dikarenakan tidak masuk ke dalam Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.
Oleh karena itu, Sahrul kembali berjanji akan segera membayar utang pemerintah daerah kepada rekanan.
“Jadi harus dianggarkan dulu. Ini masih proses, minggu-minggu ini akan selesai. Kemudian akan dibayar,” tandasnya.
Sumber : Suara Jatim Post
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.