Jokowi Lanjutkan Infrastruktur, Mari Berburu Saham Konstruksi

Pemerintahan Presiden Jokowi mengambil keputusan melanjutkan pembangunan proyek yang sempat tertunda karena pandemi virus corona( covid- 19). Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang Jokowi menginstruksikan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan untuk menggenjot kembali proyek infrastruktur.

Sebab, terhentinya proyek pemerintah berkontribusi kepada capaian perkembangan ekonomi yang kurang pada kuartal kedua lalu. Nah, dalam upaya menghindari resesi pada kuartal ketiga, Ani menegaskan berbagai metode dicoba buat mendongkrak perkembangan. Salah satunya, pembangunan infrastruktur.

“Infrastruktur merupakan salah satu indikator menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur memiliki dua sisi mata pedang, yaitu sisi permintaan dan sisi produksi.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengaku sudah menduga hal tersebut, bahwa pemerintah kembali mengucurkan dana lewat belanja konstruksi untuk menggenjot ekonomi. Maklum, infrastruktur diyakini memiliki multiplier effect alias efek domino.

Tentu, keputusan ini akan berdampak langsung terhadap kinerja sektor konstruksi, terutama untuk saham-saham BUMN. Apalagi, hingga kini sektor terkait belum mengalami kenaikan signifikan, seperti sektor perbankan yang sudah tumbuh signifikan.

Ini artinya, investor dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi beli di harga yang murah.

Adapun, saham-saham yang direkomendasikan, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP.

Namun, Hans menyarankan investor untuk membeli dengan target investasi jangka menengah hingga panjang. Sebab, ia menilai indeks cenderung bergerak fluktuatif dan rawan koreksi karena sentimen utama pandemi corona belum ditangani.

Dalam laporan keuangan semester I 2020, WIKA masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp324,4 miliar. Namun, pencapaian ini turun 68 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu lantaran banyaknya proyek pembangunan yang diundur selama pandemi.

Penundaan ini turut berdampak pada perolehan kontrak yang turun hingga 77 persen dibandingkan Juni 2019.

Secara total, pendapatan WIKA pada semester I 2020 dilaporkan senilai Rp7,13 triliun atau turun 37 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Karenanya, jika pembangunan infrastruktur dilanjutkan pada kuartal III dan IV, ia yakin optimisme investor juga akan kembali bangkit.

“Mengingat sebelumnya investor masih pesimis dikarenakan budget (anggaran) pemerintah lebih dialokasikan untuk penanganan covid-19 dan dampak ekonominya. Sehingga, saham kontruksi bisa diperhatikan oleh investor karena belum rally di saat sektor-sektor lainnya mulai pulih,” kata Bernard.

Pekan ini, ia merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Hal ini dikarenakan potensi kenaikan harga komoditas nikel yang merupakan komoditas garapan perusahaan.

https://gsmcertification.com/wp-admin/post.php?post=7065&action=edit

Sejak perekonomian China mulai pulih dan dibuka, permintaan terhadap mobil ikut naik. Ini berbanding lurus dengan kebutuhan nikel untuk mobil listrik.

Sejak covid- 19, penduduk lebih memilih naik mobil sendiri ketimbang harus naik transportasi publik. Dengan kenaikan harga nikel, tentunya bakal bermanfaat untuk emiten INCO.

Bernard merekomendasi beli emiten di level 3. 780 dan setop akumulasi disaat harga naik ke level 4. 020.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia