Bagi kebanyakan masyarakat, mungkin nama Oki Nandiwardana terdengar asing. Namun bagi mereka yang berkecimpung di skena custom culture, mungkin tidak asing. Dialah orang di balik brand “Trooper”, produk helm custom lokal yang pemasarannya global.
Helm buatan pria 32 tahun itu, sebagian melanglang buana dipakai touring ataupun sekadar menyusuri jalan oleh penikmat dan penggila roda dua dari berbagai negara. Konsep kastem yang berbeda dan tidak pasaran, membuat Trooper banyak diminati para bikers.
Ditemui di workshopnya di kompleks Pabrik Danliris di kawasan Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo belum lama ini, Oki bercerita panjang lebar tentang perjuangannya membesarkan Trooper, hingga berhasil meraih sertifikasi ISO 9001 dan SNI untuk helm buatannya pada awal 2021 ini.
“Saya memulai Trooper ini tahun 2015. Berawal dari bikin helm sendiri, berbahan fiberglass, untuk keperluan sendiri. Karena hobi motor klasik, tapi merasa helm yang ada terlalu pasaran, tidak pas dengan keinginan saya,” katanya.
Ternyata, helm buatannya menarik minat pemotor lain. Oki lalu memproduksi lebih banyak helm dan dipasarkan lewat platform media sosial. “Ternyata responnya bagus, hingga berlanjut sampai sekarang,” tuturnya.
Berawal dari bekerja sendiri, saat ini Oki mempekerjakan 19 karyawan untuk membantu proses produksi dari hulu hingga hilir, termasuk pemasarannya. Yang tidak berubah, semua helm dikerjakan secara handmade. “Karena berbahan fiberglass, harus dikerjakan satu persatu. Apalagi konsepnya kan kastem. Pada proses akhir, ada yang diberi sentuhan dengan hand lettering atau pin stripping, yang semua dikerjakan secara manual,” tuturnya.
Oki bercerita, dari pemasaran secara online lewat medsos maupun website https://www.troopercustom.com/, juga mengikuti event custom culture di berbagai kota, produknya tembus pasar nasional, hingga mancanegara.
“Ada yang ke Malaysia, Jepang, dan lainnya. Pernah juga diundang mengikuti acara di Jepang, yang merupakan kiblat custom culture. Dulu, sebelum pandemi, dalam sebulan bisa dua sampai tiga helm dikirim ke pembeli dari luar negeri. Kalau dalam negeri, sebulan rata-rata 50 helm terjual,” tuturnya.
Padahal, helm Trooper bisa dibilang tidak murah dari sisi harga. Oki menyebut, harga per unit antara Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta. Harganya akan bertambah, jika pembeli ingin tampilan pelindung kepalanya dikastem sesuai keinginan, baik dari tampilan warna, ukuran, maupun dihias hand lettering ataupun pin stripping di permukaan.
Karena sudah memiliki segmen pasar yang kuat, Oki tidak mau main-main dengan bisnisnya. Sertifikasi ISO 9001 dan SNI dia bidik, agar konsumen semakin percaya dengan kualitas helm Trooper.
Pertengahan 2020, proses sertifikasi SNI dan ISO 9001 mulai digarap. Workshopnya dipindah, dari kawasan Jebres, Solo ke kompleks Pabrik Danliris yang lebih luas. Tujuannya, untuk memenuhi standar produksi yang disyaratkan untuk mendapatkan sertifikasi SNI dan ISO 9001.
“Helm kami diuji dari berbagai aspek. Dan akhirnya lolos. Bisa dibilang, Trooper ini helm pertama berbahan fiberglass buatan industri rumahan, yang mendapatkan sertifikasi SNI. Januari 2021, sertifikasinya turun,” katanya.
Sertifikasi itu, menjadi amunisi bagi Trooper untuk lebih agresif melakukan penetrasi pasar. “Karena ceruk pasar helm custom kan tidak sebesar helm pabrikan. Lebih
mengandalkan hobies. Komunitas. Tapi itu yang membuat bara kami tetap menyala. Spiritnya di custom culture. Membuat orang bangga memakai Trooper. Ada pride-nya ketika orang memakai Trooper. Apalagi sekarang sudah mengantongi SNI, tentu lebih bisa dipercaya secara kualitas,” ujarnya.
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.