Dibangun, Jembatan Popongan-Semawung Jadi Jembatan Gantung Terpanjang di Purworejo

Rasa senang dan lega menyelimuti warga Desa Popongan Kecamatan Banyuurip dan warga Desa Semawung Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Pasalnya, setelah 25 tahun berharap mempunyai jembatan diatas sungai Bogowonto sebagai penghubung dua desa itu, saat ini sudah terwujud dengan selesai dibangunya jembatan gantung hasil bantuan hibah kontruksi dari Toni Ruttiman, warga Swiss.

Meski masih dalam bulan puasa, semangat gotong royong warga kedua desa tetap menyala, warga bahu membahu merangkai kontruksi sampai tercipta bangunan jembatan gantung sampai jadi.

Dengan dibangunnya jembatan gantung itu maka telah ada 16 konstruksi bangunan jembatan gantung yang dibangun oleh Tony Ruttiman di Kabupaten Purworejo, sejak tahun 2013 lalu hingga tahun 2021 ini.

Dari 16 jembatan gantung yang ada, jembatan gantung penghubung Desa Popongan dan Desa Semawung menjadi jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Purworejo.

“Dua hari ini pemasangan jembatan gantung ke 15 sebagai penghubung dua desa yaitu Desa Popongan dan Semawung kita bangun. Setelah ini kita juga akan memasang jembatan gantung di Banyuasin. Jado kami sudah genap membangun 16 jembatan gantung hingga tahun 2021 ini,” ungkap Yogo Triyanto Rudito, koordinator fasilitasi jembatan gantung Toni Ruttimann di Purworejo, saat ditemui dilokasi pada Selasa (26/4/2021).

Disampaikan, pembangunan jembatan gantung kali ini telah dilengkapi dengan pagar. Dan maayarakat sudah tidak direpotkan lagi dengan biaya membangun pagar.

“Setelah jadi diharapkan ini bisa sebagai akses untuk anak anak sekolah, selain membantu perekonomi warga, karena kebetulan disebelah barat jembatan ikut Desa Popongan ada SMPN 26 dan SMAN 3 di Desa Keduren Kecamatan Purwodadi. Insyaalloh anak-anak di timur jembatan bisa lebih dekat untuk bersekolah di sekolah itu,” ujarnya.

Dijelaskan, jembatan itu dibangun atas bantuan hibah dari Toni Ruttiman, warga Swiss, barang itu dibawa ke Jakarta dan dirangkai serta di las di Bascamp koordinator fasilitasi jembatan gantung Indonesia, Pak Suntana, setelah dirangkai baru dibawa ke lokasi yang akan dibangun. Pihak desa hanya dibebani biaya transportasi dan pembuatan tiyang pancang jembatan.

“Jembatan ini mempunyai panjang 70 merer dan jadi jembatan gantung yang terpanjang di Kabupaten Purworejo. Kalau sebelumnya jembatan gantung di Boro itu mempunyai panjang 77 meter tapi tidak ketemu antara tower dengan tower dan sempat diturunkan dari posisi semula sehingga jembatan terpasang hanya sepanjang 68 meter, sedangkan di jembatan penghubung Desa Popongan dan Semawung ini dengan panjang 70 meter sudah ketemu antara tower dengan tower,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Popongan, Miftachuzzaman, mengaku senang dan lega dengan terselesainya pembangunan jembatan itu. Dengan jembatan itu akan mempermudah akses warga dalam beraktifitas antar kedua desa.

“Sebelumnya warga akan pergi ke Desa Popongan atau ke Semawung harus memutar jauh lewat jembatan gantung Boro. Jembatan ini juga akan mempermudah untuk anak-anak sekolah yang bersekolah di SMPN 26,” ujarnya.

Dirinya berharap, perekonomian warga kedua Desa dapat semakin baik dan maju setelah adanya jembatan baru yang selesai dibangun dilokasi itu.

Sumber : Suara Indonesia

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.