Bank Mandiri Nilai Sektor Konstruksi Masih Menjanjikan untuk Didanai

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengakui BUMN Karya ada yang mengalami kesulitan cashflow karena pandemi COVID-19. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar, merasa pandemi membuat banyak proyek tertunda.

Selain itu, Alexandra mengatakan saat ini ada juga pengurangan proyek karena adanya batasan di anggaran. Hal tersebut yang membuat BUMN Karya mengalami kesulitan keuangan.

“Tetapi kita melihat bahwa ke depan sektor konstruksi ini masih cukup menjanjikan karena sebenarnya masih banyak proyek-proyek konstruksi yang akan dibangun,” kata Alexandra saat konferensi pers secara virtual, Selasa (27/4).

Sampai dengan bulan Maret 2021, portofolio kredit Bank Mandiri mandiri pada sektor kontruksi mencapai Rp 56,2 triliun atau tumbuh 20,66 persen secara yoy dengan NPL yang relatif terjaga di angka 0,36 persen.

Atas dasar tersebut, Alexandra percaya BUMN sektor kontruksi akan segera bangkit. Apalagi, ia mengungkapkan dengan adanya lembaga investasi di Indonesia akan mempercepat pemulihannya.

“Faktor lain yang juga menjadi kunci ialah peran dari lembaga pembiayaan investasi yang akan mempercepat recycling aset-aset perusahaan BUMN konstruksi khususnya,” ujar Alexandra.

“Sehingga akan mendatangkan dana segar untuk perusahaan yang tentunya akan dapat membantu cashflow perusahaan,” tambahnya.

Sumber : Kumparan Bisnis

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.