Penerapan SNI Sistem Manajemen Mutu menjadi keharusan bagi perusahaan industri. Untuk membangun budaya kerja yang kondusif dan optimal dalam mewujudkan tujuan bisnisnya. Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta Ir Titik Purwati Widowati menyampaikan pernyataan ini. Saat membuka Bimbingan Teknis SNI ISO 9001: 2015 Sabtu (27/2/2021).
Bimbingan Teknis digelar secara virtual melalui media zoom. Diikuti sekitar 70 industri dari sektor batik, kerajinan, perhiasan, alat olahraga dan mainan anak. Peserta Bimtek sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Sebab meski sudah menerapkan prinsip sistem manajemen mutu. Namun masih belum update dengan SNI ISO 9001:2015.
Bimtek ini menindaklanjuti kegiatan serupa yang digelar secara nasional. Dibuka oleh Menteri Perindustrian Bimtek diikuti oleh 24 Satuan Kerja Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) dan diikuti oleh sekitar 1.200 peserta dengan berbagai latar belakang sektor industri dari Banda Aceh sampai Ambon.
“Pelaksanaan bimtek sekaligus juga menandai transformasi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) menjadi BSKJI,” jelas Titik.
Sebagai Ketua satuan kerja BKSJI Titik Purwati Widowati menilai Sistem Manajemen Mutu masih dianggap sebagai pekerjaan tambahan yang memberatkan. Padahal SNI membantu perusahaan untuk dapat menjaga konsistensi secara berkelanjutan. Dalam proses pemantauan dan pengukuran kinerja.
Bahkan Kementerian Perindustrian terus berkomitmen mendukung peningkatan daya saing industri guna memacu produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. Salah satunya melalui penerapan SNI ISO 9001: 2015 atau lebih dikenal sebagai Sistem Manajemen Mutu (SMM). Dengan tujuan menciptakan pasar yang kondusif bagi produk-produk dalam negeri, sekaligus melindungi pasar domestik dari produk bermutu rendah
Kementerian Perindustrian telah menetapkan 120 SNI produk industri untuk 356 Nomor Pos Tarif yang wajib memberlakukan SNI. Adapun produk industri yang dimaksud mencakup sektor hasil perkebunan, agro, kimia hulu dan hilir, bahan galian non logam, tekstil, alas kaki, permesinan, alat transportasi, elektronika, logam dan produk IKM seperti mainan dan korek api gas.
Sumber : Times Indonesia
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.