Kontraktor Sebut Sulit Dapatkan Proyek, Kadis PUPR Banjar Bilang Begini

MARTAPURA – Mendapatkan proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar begitu sulit sejak tiga tahun terakhir.

Hal itu disuarakan kalangan kontraktor Banjar, Selasa (19/03/2019) siang.

Pernyataan tersebut membuat bingung Kepala Dinas PUPR Banjar Mochmad Hilman.

“Sepengetahuan saya selama ini, kontraktor lokal tetap mendapatkan pekerjaan dari kami,” ucapnya ketika dikonfirmasi via telepon.

Hilman yang sedang dinas di luar kota mengaku terkejut ketika dikonfirmasi tentang ngeluruknya puluhan kontraktor ke kantornya, karena belum ada laporan dari bawahannya.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO.

Namun ia mengaku tak mempersoalkan aksi tersebut karena tiap orang memiliki kebebasan menyampaikan pendapat.

“Kalau dikatakan kontraktor lokal tak dapat pekerjaan dari kami, apa benar begitu? Tunggu, nanti kami buka dulu datanya, karena jika membahas hal seperti itu tentu harus bicara data,” tegas Hilman.

Ia menegaskan selama ini pihaknya selalu memperhatikan dan memproritaskan kontraktor lokal untuk proyek bernilai kecil di bawah Rp 200 juta atau proyek penunjukkan langsung (PL).

Namun diakuinya sejak beberapa tahun terakhir proyek PL memang kian sedikit.

“Namun sejauh yang saya ketahui hingga sekarang, kontraktor lokal dapat kok proyek PL. Pastinya, nanti kami lihat datanya dulu,” pungkas Hilman.

Sekitar 30 orang yang tergabung dalam Persatuan Kontraktor Banjar ngeluruk ke kantor Dinas PUPR Banjar, Selasa siang.

GSm Certification sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia

Lantaran tak bertemu Hilman, mereka kemudian bergerak menuju kantor Bupati Banjar.

Aksi itu mereka lakukan sebagai puncak kekecewaan menyusul sulitnya mendapatkan proyek PL di Kabupaten Banjar.

Sejak tiga tahun terakhir atau semasa pemerintahan Bupati H Khalilurrahman, mereka tak pernah mendapatkan proyek PL.

Hal itu membuat mereka sedih karena proyek PL justru diperoleh kontraktor dari luar Banjar.

Sumber : banjarmasin.tribunnews.com