Proyek perbaikan jalan di wilayah perkotaan di Kabupaten Pemalang yang kurang pengawasan. Salah satu yang kemudian dikritisi masyarakat menyangkut tidak terlihatnya papan kegiatan pada pelaksanaan proyek.
Hal itu mengundang reaksi dari Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat. Ia mengingatkan kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Pemalang supaya tidak takut dalam pengawasan proyek perbaikan jalan supaya sesuai spesifikasi.
Proyek perbaikan jalan non-lelang atau Penunjukan Langsung (PL) sendiri kabarnya dikerjakan kurang memperhatikan kualitas pekerjaan. Alih-alih mendukung percepat pembangunan, DPU-TR terkesan takut dalam pengawasan proyek yang telah berjalan. Bahkan banyak kegiatan yang selesai lebih cepat.
Kepada wartawan, Sabtu 8 Mei 2021, Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat, mengingatkan kepada semua pihak supaya tidak main-main dalam penggunaan uang rakyat. Mempercepat pembangunan harus diiringi pengawasan yang baik supaya hasil pekerjaan sesuai spesifikasi sebagimana harapan rakyat.
DPU-TR Kabupaten Pemalang diminta tidak takut untuk melakukan pengawasan ketat pekerjaaan perbaikan jalan. Selain itu, kontraktor harus bekerja dengan baik meskipun tidak ada petugas pengawasan sebagaimana kesepakatan surat perintah kerja.
“Pihak DPU jangan takut, kerjakan sesuai tugasnya dengan benar, berikan pengawasan ketat supaya hasilnya sesuai harapan kita bersama,” ujar Mansur.
Mantan pegawai BUMN itu juga akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek untuk mengetahui bagaimana pekerjaan pekerjaan itu dilakukan oleh kontraktor. Sebab jangan sampai ada kekecewaan kualitas oleh masyarakat.
“Ya, saya akan turun langsung ke lokasi proyek, jadi jangan takut DPU dan semuanya agar mengawasi proyek perbaikan jalan agar sesuai harapan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Binamarga DPU-TR Kabupaten Pemalang, Joko Tri Asmoro, mengaku melakukan percepatan pembangunan secara menyeluruh meskipun mengabaikan jadwal sebagimana sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang sudah ada.
“Ini demi mempercepat pembangunan, tentu nantinya akan ada pengawasan, sehingga sebelum ada surat kerja, kontraktor hanya boleh droping material saja,” kata Joko, saat itu.
Meski demikian, untuk konfirmasi mengenai kualitas perbaikan jalan, Kabid Bina Marga dan PLT Kepala DPU -TR Kabupaten Pemalang Hery Firmantyo hingga berita ini diturunkan belum meresponnya,dengan menghubunginya melalui saluran WhatsApp puluhan kali.
Perbaikan jalan dengan kategori non-lelang atau penunjukan langsung dengan nilai Rp 200 juta sudah dilakukan oleh pihak penggarap yakni kontraktor dan sebagian telah terselesaikan kurang dari 1 Minggu.
Akan tetapi, tidak terlihat papan proyek dalam pekerjakan perbaikan jalan tersebut sehingga masyarakat tidak tahu luas ruas jalan, nilai proyek, dan siapa penggarap proyek.
Sumber : Daulat
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.