Venue cabang olahraga Tenis yang berada di kawasan Kantor Walikota Jayapura, Kota Jayapura, ini proses pembangunannya terbilang memberatkan, Karena kondisi area kerjanya sangat sempit dan dekat dengan perkantoran, apalagi proses penahan tanah memakan waktu selama dua bulan lamanya.
Pembangunan venue ini ditangani langsung oleh kontraktor lokal dengan tingkat kesulitan tinggi.
Venue yang akan mempertandingan cabang olahraga tenis lapangan ini dipersiapkan pada perhelatan PON XX tahun 2021 di Papua di yakini memiliki sejumlah keunggulan dari kemegahan venue Tenis di Senayan, Jakarta.
“Venue ini satu-satunya yang dikerjakan oleh kontraktor lokal dapat bersaing dengan kontraktor BUMN yang lain, dan ini adalah tantangan yang luar biasa karena kondisi area kerjanya membuat kita sempat terhambat di situ. Proses penahan tanahnya saja memakan waktu dua bulan, jadi pembangunannya cukup sulit,” kata Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Provinsi Papua, Alexander Kapisa, Jumat (7/8).
Lanjut Alex, venue Tenis ini telah memasuki progres 97,3 persen mendekati tahapan finishing akhir.
Venue ini ada tujuh lapangan, yaitu tiga lapangan babak penyisihan dan empat lapangan untuk babak final. Termasuk keindahan panorama alam hutan dan laut disajikan karena berada di atas ketinggian.
“Kami juga sangat bangga punya venue ini karena dapat melihat pemandangan yang indah, jadi atlet dapat bermain sambil melihat hutan dan laut, sangat eksotis pemandangannya. Memang dari sisi anggaran cukup besar senilai Rp169 miliar karena pembangunan teknis cukup menantang dan sulit, tapi inilah hasilnya,” ungkapnya.
Apalagi menurutnya, pembangunan ini di mulai sejak September 2019.
“Puji Tuhan semua telah tepat waktu, kalau untuk pengaspalan, pemagaran itu diluar dari kontrak sehingga harus dimulai juga. Saya bangga dikerjakan kontraktor lokal dengan pekerjaan sulit dan waktu yang terbatas, bahkan sudah bisa test event,” tambahnya.
Sementara itu, Site Engineer PT Widya Satria, Agung Pranata menerangkan, venue Tenis ini di lengkapi berbagai macam fasilitas memadai dan terlengkap dari venue lainnya di Indonesia.
Seperti, mess atlet dengan kapasitas empat kamar, bisa menampung dua orang, ruangan atlet, media center dan juga dilengkapi dua lift yang di peruntukan bagi kaum disabilitas.
“Bangunan ini kita siapkan untuk tahan gempa, ada untuk VIP bisa 30 orang, ada ruang medis, atlet dan ada 23 kamar mandi, ruangan recorvery jadi ada 3 lantai untuk venue tenis, setiap lapangan 2000 lux lampunya jadi standar Internasional direkomendasi technical delegate,” ujarnya.
Selain berstandar Internasional, veneu ini satu-satu di Indonesia yang berada di ketinggian dan bisa menampung 500 penonton secara keseluruhan, kapasitas lampu 2.000 lux serta lapisan lapangan menggunakan flexi rubber.
“Lapangannya ada 7 dan net-nya bisa di geser, lapisan lapangannya menggunakan flexible jadi elastic dan tidak sembarang masuk dengan sepatu bukan tenis. Dan lapangan ketika hujan tidak akan ada genangan air, bisa langsung kering cepat,” tuturnya.
Namun yang membanggakan, pembangunan venue Tenis melibatkan 250 tenaga Orang Asli Papua, sehingga dijadwalkan, venue Tenis PON XX Papua ini akan rampung seratus persen pada akhir Agustus tahun ini.
“Untuk semua pekerja ada 800 orang, pekerjaan awal kita pekerjakan OAP sekitar 250 orang, kita harus libatkan mereka karena tuan rumah PON dan jadi kebanggaan semuanya,” tutupnya.
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia