Merdeka 74 Tahun, Ini Tantangan Sektor Migas Indonesia

Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Tunggal mendatangi upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 74 di Lapangan Matak, wilayah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd. Menggunakan busana adat berwarna ungu, Tunggal bertindak sebagai pemimpin upacara.

Kepada semua para peserta upacara, ia menyampaikan sambutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Ia berkata, kemerdekaan yang dirasakan Indonesia disaat ini tidak hanya anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi, lewat proses perjuangan panjang yang didapat dengan tetasan darah segenap para pahlawan bangsa.

” Para pejuang kita sudah mempertaruhkan seluruh daya serta upaya lewat harta benda, pikiran bahkan nyawa demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan bangsa. Buah dari para pejuang itu bisa kita nikmati bersama,” tutur Tunggal kepada seluruh peserta upacara di Lapangan Matak, Kepulauan Riau, Sabtu( 17/ 8).

Ia meneruskan dalam perjalanan mengisi kemerdekaan di sektor ESDM, senantiasa dihadapkan pada bermacam tantangan untuk menciptakan semangat pasal 33 Undang- Undang Dasar 1945 yaitu sumber daya alam untuk sebesar- besar kemakmuran rakyat.

Bermacam tantangan itu, antara lain adalah eksplorasi serta produksi migas, untuk peningkatan penemuan cadangan baru serta reserve replacement ratio (RRR), keterbatasan infrastruktur, dan belum bergairahnya hilirisasi pertambangan serta belum optimalnya pemanfaatan energi baru terbarukan.

Dalam rangka meneruskan perjuangan serta keinginan para pahlawan, kebijakan pengelolaan energi di Indonesia yang berwujud pada kegiatan- kegiatan di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dilaksanakan dalam upaya mengamalkan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karenanya, Kementerian ESDM mementingkan untuk menciptakan keadilan sosial di bidang energi, lewat pengutamaan perluasan akses kepada energi dan melindungi energi agar terjangkau. Di mana beberapa besar anggaran Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat seperti Jaringan Gas (Jargas), konverter kot LPG untuk nelayan, lampu tenaga surya hemat energi, serta sumur bor daerah susah air. “Sementara subsidi energi empat tahun terakhir dialihkan untuk belanja pada sektor yang lebih produktif,” kata dia

Selaras dengan tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-74 yakni SDM Unggul, Indonesia Jaya, tercatat pada tahun 2018, lebih dari 98 persen SDM yang bekerja di hulu migas merupakan tenaga kerja nasional. SKK Migas mengedepankan pengembangan tenaga kerja di Indonesia Timur. Salah satunya adalah dengan pelatihan magang teknisi Kilang LNG Tangguh dari anak-anak asli Papua Barat.

“Program tersebut merupakan upaya pemenuhan komitmen analisis dampak lingkungan KKKS BP Indonesia yang harus memenuhi target 85 persen pekerja Papua dan Papua Barat yang bekerja di Kilang LNG Tangguh pada tahun 2029,” tandas dia.

Seperti di ketahui, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, para pemimpin di SKK Migas secara tersebar bertindak sebagai pemimpin upacara di beberapa lokasi terpilih. Menteri ESDM, Ignasius Jonan sendiri memimpin upacara perayaan di Freeport Timika Papua, sementara Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar bertugas di Rumbai Riau.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia