Mayoritas Proyek di Rembang Dilaksanakan Kontraktor ‘Asing’, FAJAR Mengadu ke DPRD

Beberapa pengusaha jasa konstruksi yang tergabung dalam Forum Asosiasi Jasa Konstruksi Rembang (FAJAR) mengunjungi gedung DPRD Kabupaten Rembang, Selasa (18/2/2020). Kunjungan mereka untuk melakukan audiensi dengan jajaran Komisi III DPRD Rembang.

Perwakilan FAJAR Rembang, Edi Joko menjelaskan, kunjungan para pengusaha jasa konstruksi ini dalam rangka mengadu kepada jajaran legislatif terkait kondisi keberlangsungan pekerjaan mereka.

Edi menyebut, salah satu poin yang diadukan adalah kondisi pekerjaan proyek di Rembang selama ini justru terkesan sering dilaksanakan oleh rekanan dari luar kota Rembang. Sedangkan para pengusaha asli Rembang tak pernah mendapatkan pekerjaan.

“Untuk masalah paket pekerjaan kalau bisa dimaksimalkan penyedia jasa dari Rembang. Selama ini ya rekanan luar kota yang mengerjakan. Yang dilelang ya sebagian besar 70 persen itu luar kota semua yang dapat. Fisik utamanya, hampir 5 tahun lebih (kondisi) seperti ini,” jelas Edi.

Edi menilai, paket pekerjaan yang dilakukan oleh Pemkab Rembang yang selama ini cenderung dikerjakan oleh rekanan dari luar kota, mengakibatkan tidak adanya perputaran perekonomian untuk warga Rembang sendiri.

“Perputaran uang akhirnya kan bukan di Rembang, perputaran uang akhirnya untuk luar Rembang. Kasihan tukangnya akhirnya tidak bisa bekerja. Saya memohon agar diminimalisasi, untuk pekerja dari Rembang bisa dimaksimalkan untuk pekerjaan di Rembang sendiri,” imbuhnya.

Edi menyebut ada sebanyak 22 asosiasi penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Rembang yang kemudian bergabung di dalam FAJAR untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada jajaran legislatif.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Rembang, Anjar yang turut ikut dalam audiensi itu membenarkan kondisi yang dialami para penyedia jasa konstruksi di Rembang. Ia pun berkomitmen, atas aduan tersebut akan menindaklanjuti dengan menjalin komunikasi dengan pihak eksekutif dalam hal ini Pemkab Rembang. “Memang sebelumnya ada 400 CV yang bergerak di bidang penyedia jasa konstruksi di Rembang. Hanya saja saat ini banyak yang kemudian gulung tikar karena kondisi itu, kini tersisa hanya 140 CV yang ada. Tentunya ini akan kami tindak lanjuti dengan komunikasi intensif dengan Pemkab selaku penyelenggara,” paparnya

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia