LATAR BELAKANG K3

Kesehatan dan Keselamatan Kerja( K3) merupakan sesuatu pandangan serta upaya untuk menjamin kesempurnaan serta keutuhan bagus jasmani maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan orang pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur, serta menghasilkan perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan serta bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan.

Era globalisasi, K3 telah menjadi sebuah kebutuhan dalam setiap bagian kerja baik yang berada dilapangan ataupun didalam ruangan.

K3 adalah suatu bentuk usaha atau upaya bagi para pekerja untuk memperoleh jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja dalam melakukan pekerjaan yang dapat mengancam dirinya baik berasal dari individu maupun lingkungan kerjanya.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 menyatakan bahwa upaya K3 harus diselengarakan disemua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan.

Rumah sakit dan klinik termasuk dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya karyawan yang bekerja, tapi juga terhadap pasien maupun pengunjung rumah sakit dan klinik.

Menerapkan program K3 dalam lingkungan kerja dengan tujuan agar setiap tenaga kerja berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.

Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau lingkungan kerja sangat dibutuhkan sehingga pekerja merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja bagi pekerja, untuk dapat bekerja sebaik mungkin dan juga dapat mendukung keberhasilan serta target dalam pekerjaan dapat tercapai, Salah satu faktor yang dapat membentuk kepuasan kerja adalah adanya jaminan dan kondisi kerja yang nyaman bagi anggota organisasi.

Dan K3 merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja .

Kepuasan kerja menurut Mathis dan Jackson adalah keadaan emosional yang positif yang merupakan hasil dari evaluasi pengalaman kerja seseorang. Kepuasan kerja dapat diartikan sebagai perasaan puas yang diperoleh di tempat kerja, baik dalam hal beban kerja, lingkungan atau kondisi kerja, hubungan dengan rekan kerja atau penyelia, dan kompensasi.

 Kepuasan kerja sulit didefinisikan karena rasa puas itu bukan keadaan yang tetap melainkan dapat dipengaruhi dan diubah oleh kekuatan-kekuatan baik dari dalam maupun dari luar . Salah satu kekuatan dari luar yang mendukung kepuasan kerja dalam hal ini tentang kepuasan kerja mahasiswa di laboratorium adalah dengan adanya manajemen pengelolaan yang mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan kerja.

 Pengelolaan adalah suatu usaha atau serangkaian kegiatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan tenaga orang lain sebagai pelaksananya. Pengelolaan laboratorium adalah serangkaian aktivitas-aktivitas koordinasi yang mencakup mengendalikan, menjalankan dan mengurus manajemen.

 Manajemen laboratorium akan mencangkup kegiatan perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian, dengan berbagai kegiatan diantaranya mengatur dan memelihara alat dan bahan, menjaga disiplin dan keselamatan di laboratorium serta mendayagunakannya secara optimal.

 Dalam artian merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai suatu sasaran .Institusi pendidikan tenaga kesehatan dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan sumber daya kesehatan yang mampu melaksanakan pelayanan yang berkualitas.

Dan salah satu intitusi yang menghasilkan tenaga kesehatan adalah Pembelajaran Diploma III Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bidang Keperawatan Gigi yang diselenggarakan sebagai salah satu usaha buat menciptakan tenaga Ahli Madya Keperawatan Gigi yang ahli serta paham kepada berbagai permasalahan kesehatan yang dialami warga, termasuk didalamnya permasalahan kesehatan gigi( Kemenkes, 2017). Keahlian profesional seseorang perawat gigi diperoleh selama masa pembelajaran, melalui proses belajar di kelas maupun dilapangan yaitu pembelajaran di klinik.

Dalam cara berlatih selama pendidikan, khususnya proses pembelajaran klinik, peserta ajar mendapat pengalaman melatih ketrampilan dalam memberikan pelayanan asuhan, serta melatih kemampuan.

Sumber : eprints.poltekkesjogja.ac.id 

Perusahaan Anda mau Implementasi dan Sertifikasi ISO 45001? Baiknya dengan Jasa Konsultan ISO 45001, Anda tenang bekerja sistem manajemen keamanan pangan Anda improve lebih baik. Buruan Hubungi Qyusi Consulting