KONSEP DASAR MANAJEMEN MUTU

Kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi telah membawa transformasi di nyaris seluruh aspek kehidupan manusia dimana bermacam permasalahan hanya bisa dipecahkan selain dengan upaya kemampuan serta peningkatan ilmu wawasan serta teknologi. Tidak hanya manfaat untuk kehidupan manusia di satu bagian perubahan itu pula sudah membawa manusia ke dalam masa persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam kompetisi global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh sebab itu, kenaikan kualitas sumber daya manusia ialah kenyataan yang wajib dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efisien serta efisien dalam proses pembangunan, jika tidak mau bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut.

Manajemen mutu merupakan sebuah filsafat dan budaya organisasi yang menekankan kepada upaya menciptakan mutu yang konstan melalui setiap aspek dalam kegiatan organisasi. Manajemen mutu membutuhkan pemahaman mengenai sifat mutu dan sifat sistem mutu serta komitmen manajemen untuk bekerja dalm berbagai cara. Manajemen mutu sangat memerlukan figure pemimpin yang mampu memotivasi agar seluruh anggota dalam organisai dapat memberikan konstribusi semaksimal mungkin kepada organisasi. Hal tersebut dapat dibangkitkan melalui pemahaman dan penjiwaan secara sadar bahwa mutu suatu produk atau jasa tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh anggota dalam organisasi.

Secara singkat mutu dapat diartikan: kesesuaian penggunaan atau kesesuaian tujuan atau kepuasan pelanggan atau pemenuhan terhadap persyaratan. Mutu Harus Berfokus pada Kebutuhan Pelanggan

Prinsip mutu, yaitu memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dalam manajemen mutu, pelanggan dibedakan menjadi dua, yaitu:

– Pelanggan internal (di dalam organisasi)

– Pelanggan eksternak (di luar organisasi)

Organisasi dikatakan bermutu apabila kebutuhan pelanggan bisa dipenuhi dengan baik. Dalam arti bahwa pelanggan selalu mendapat pelayanan yang memuaskan dari produsen, sehingga pelanggan merasa puas dengan pelayanan organisasi.

Mendefinisikan mutu / kualitas memerlukan pandangan yang komprehensif. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas, yakni;

  1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
  2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
  3. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).
  4. Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Dugaan dan penafsiran yang sering timbul bahwa “mutu” diartikan sebagai sesuatu yang :

  • Unggul dan bermutu tinggi
  • Mahal harganya
  • Kelas, tingkat atau bernilai tinggi

Dugaan dan penafsiran tersebut di atas kurang tepat untuk dijadikan dasar dalam menganalisa dan menilai mutu suatu produk atau pelayanan. Tidak jauh berbeda dengan kebiasan mendefinisikan “mutu” dengan cara membandingkan satu produk dengan produklainnya. Misalnya jam tangan Seiko lebih baik dari jam tangan Alba.

Kedua pengertian mutu tersebut pada dasarnya mengartikan tingkat keseragaman yang dapat diramalkan dan diandalkan, disesuaikan dengan kebutuhan serta dapat diterima oleh pelanggan (customer).
Secara singkat mutu dapat diartikan: kesesuaian penggunaan atau kesesuaian tujuan atau kepuasan pelanggan atau pemenuhan terhadap persyaratan.

Kualitas/mutu bukan sesuatu yang dapat dicapai dengan mudah, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan secara simultan oleh semua orang dalam semua tingkatan organisasi, pada setiap waktu. Konsep kualitas tak terlepas dari manajemen mutu, sebab kualitas merupakan bahan olahan atau sebuah proses yang baru akan dicapai hasilnya setelah diusahakan dari waktu ke waktu. Di progamkan dengan baik, melibatkan semua orang dengan kimitmen tinggi. Mutu baru dapat dicapai dalam waktu yang cukup lama, dengan mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki organisasi.

Terdapat tiga konsep dasar dalam memahami konsep kualitas, yaitu Quality Assurance, Contract Conformance dan Costumer Driven.

  1. Quality Assurance merujuk kepada ketentuan berdasarkan standar, persyaratan kualitas dan ketepatan metode seperti yang telah ditetapkan oleh badan ahli, kualitas harus melalui uji penilaian yang sesuai dengan persyaratan standar.
  2. Contract Conformance, kualitas harus sesuai dengan kontrak, atau memenuhi kesepakatan bersama, dimana standar kualitas spesifikasinya ditetapkan berdasarkan negoisasi ketika kontrak disepakati. Kualitas merujuk kepada komitmen untuk memenuhi spesifikasi sesuai perjanjian dalam kontrak kesepakatan.
  3. Costumer Driven. Pengertian kualitas harus memenuhi kebutuhan pelanggan. Kualitas dalam pengertian ini merujuk kepada kualitas standar nasional, dimana kebutuhan, harapan dan keinginan konsumen dapat terpenuhi.

Pengertian kualitas secara garis besar berorientasi kepada pemberian kepuasan kepada pelanggan karena pelanggan merupakan ‘Raja’. Pelanggan memiliki kekuatan daya beli yang independen, pelanggan harus mendapat keistimawaan baik dari produk ataupun layanan dari produsen.

Mutu terpadu atau disebut juga Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan dari tiga kata yang dimilikinya yaitu: Total (keseluruhan), Quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau jasa), Management (tindakan, seni, cara menghendel, pengendalian, pengarahan). Dari ketiga kata yang dimilikinya, definisi TQM adalah: “sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar sekali (right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan memotivasi karyawan

  1. Seperti halnya kualitas, Total Quality Management dapat diartikan sebagai berikut;
    Perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan.
  2. Sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.
  3. Suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.


Pengertian lain dikemuakan mengatakan bahwa Total Quality Management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya.

Didalam Manajemen Mutu Terpadu (TQM), terdapat tiga prinsip yaitu :

1. Fokus pada pelanggan

Mutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau organisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal (pembeli).

2. Perbaikan proses

Konsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri (urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan output seperti produk berupa barang dan jasa.

3. Keterlibatan total

Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dan mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki.

Setiap perusahaan/organisasi harus mampu menghasilkan produk dengan mutu yang baik, harga lebih murah dan pelayanan yang lebih baik pula dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu semua aspek yang berkaitan produk tersebut yaitu : bahan mentah, karyawan yang terlatih, promosi yang efektif dan pelayanan memuaskan bagi pembeli, sehingga pembeli akan menjadi pelanggan yang setia. Mutu yang tercipta dengan kondisi seperti itulah yang disebut mutu terpadu secara menyeluruh.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSm Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia