Kebut Pembangunan, Pengerjaan TPA Wonokerto Dilakukan KSO 3 Kontraktor

Dikarenakan overload-nya TPA Beji serta untuk memaksimalkan penanganan sampah, Pemkab Pasuruan pada tahun 2020 ini akhirnya mewujudkan program pembangunan TPA di Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Adapun untuk mewujudkan pembangunan TPA baru di atas lahan 4 hektare tersebut, Pemkab Pasuruan sudah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit, yaitu mencapai Rp 17 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Heru Ferianto menyebutkan, sejatinya program pembangunan TPA Wonokerto sesuai dengan perencanaan akan dilakukan pada bulan April-Mei. Akan tetapi tidak bisa terlaksana lantaran ada kebijakan dari pemerintah pusat, agar kegiatan pembangunan ditunda sementara.

“Karena ada wabah Covid-19, pemerintah memberikan imbauan agar pembangunan fisik untuk sementara ditunda, sehingga pembangunan baru dapat dilaksanakan pada bulan Agustus,” ujar Heru Ferianto, Rabu (12/8/2020).

Ia menambahkan, sesuai dengan rencana dan arahan Bupati Pasuruan, pembangunan TPA tersebut salah satu tujuannya yaitu untuk mengatasi overload-nya TPA Kenep Beji yang sudah tidak dapat lagi menampung sampah masyarakat. Apalagi, lokasi TPA lama tersebut sudah tidak strategis lagi karena selain dekat dengan permukiman penduduk, juga berbatasan dengan akses jalan tol.

Ia menjelaskan, agar pelaksanaan pembangunan TPA Wonokerto dapat tepat waktu dan kualitas hasilnya baik, pengerjaannya akan dilakukan oleh KSO (Kerja Sama Operasional) tiga kontraktor yang memiliki pengalaman dan spesifikasi yang teruji sesuai dengan sub-bidang.

“Untuk pengerjaan fisik tidak ditangani oleh 1 kontraktor, tapi dikerjakan 3 rekanan yang telah berpengalaman di bidang jasa konstruksi,” ungkapnya.

“Karena secara umum menerapkan pola pengerjaan fisik model KSO yang terjalin antara dua perusahaan atau lebih dalam menyelesaikan suatu proyek untuk memperluas wilayah usaha serta meningkatkan kualitas mutu yang dihasilkan dari proyek yang dijalankan. Mengingat item fisik yang ditangani cukup banyak, sementara waktu pengerjaan, yaitu 120 hari sejak dilakukan kontrak kerja,” sambungnya.

Dijelaskannya, saat ini proyek TPA Wonokerto sudah masuk tahap pengerjaan oleh kontraktor pemenang tender. Di antaranya, pembangunan drainase, pagar, sarana pengolahan lindi sampah, dan ada pembangunan infrastruktur lain yang akan dijalankan.

“Kami mengancang-ancang, pembangunan infrastruktur di kawasan TPA Wonokerto dapat diselesaikan akhir Desember 2020,” pungkasnya.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *