ISO 55001 – Standar Manajemen Aset

Pada bulan Januari 2014, International Organization for Standardization( ISO) menerbitkan ISO 55001, standar manajemen aset internasional yang terkini. Standar terkini ini merupakan hasil kerja sama lebih dari 30 negara partisipan, termasuk Amerika Serikat, yang dipandu oleh Komite Proyek ISO 251( ISO/ PC251) yang dirumuskan selama 3 tahun.

Standar ISO 55001 dikembangkan untuk memenuhi keinginan standar manajemen aset yang menyediakan uraian manajemen aset umum dan sejenisnya, standar ini bisa diimplementasikan dengan cara internasional dan mengubah anggapan bahwa manajemen aset hanya berlaku untuk industri yang mempunyai infrastruktur serta aset fisik dalam skala besar.

Standar ini didesain untuk memberikan pemahaman umum untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan bidang keuangan, seperti lembaga obligasi, penanam modal, lembaga kredit serta asuransi. Hal ini dikarenakan terdapat persyaratan khusus dalam ISO 55001 untuk mengidentifikasi kebutuhan pelaporan keuangan, mempertimbangkan keterkaitan keuangan dari rencana serta termasuk kemampuan keuangan saat melaporkan kinerja.

Tujuan mendasar dari standar ini adalah untuk membimbing dan mempengaruhi rancangan kegiatan pengelolaan aset organisasi. Hal ini dicapai dengan melekatkan sejumlah konsep kunci dan prinsip-prinsip dalam kerangka manajemen aset, seperti berikut:

  • Fokus pada nilai aset yang diberikan kepada organisasi dan pemangku kepentingan;
  • Penyelarasan tujuan organisasi ke dalam keputusan teknis dan keuangan;
  • Pentingnya kepemimpinan dan budaya;
  • Jaminan bahwa aset memenuhi fungsi yang dibutuhkan.

Meskipun ISO 55001 adalah standar baru, standar tersebut diadopsi dari Publicly Available Specification (PAS) 55 yang dikembangkan oleh Institut Manajemen Aset (IAM) di Inggris. PAS 55 memiliki metodologi yang terbukti sukses dalam industri air, listrik dan gas di Inggris, Australia, Uni Emirat Arab (UEA) danAmerika Serikat.

Secara keseluruhan, ISO menghasilkan tiga standar internasional yang berkaitan dengan manajemen aset. Berikut dengan masing-masing penjelasan singkatnya:

  • ISO 55000 Menyediakan gambaran dari prinsip-prinsip manajemen aset, konsep, istilah dan definisi, serta deskripsi manfaat manajemen aset. Di bawah ISO 55000, manajemen aset didefinisikan sebagai “kegiatan terkoordinasi dari suatu organisasi untuk menyadari nilai dari aset”. Standar ini mendefinisikan aset sebagai “sesuatu yang memiliki nilai potensial atau aktual untuk sebuah organisasi”.
  • ISO 55001: Menyediakan persyaratan khusus untuk sistem manajemen pengelolaan aset.
  • ISO 55002: Menyediakan pedoman untuk penerapan persyaratan yang ditentukan dalam ISO 55001.

Standar ini menunjukan pemahaman manajemen aset ke arah yang lebih penting serta financial dan cenderung untuk menambah nilai terutama dalam hal meningkatkan pemahaman tentang manajemen aset untuk khalayak yang lebih besar.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia