Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT, Maksi Nenabu mengatakan akan mengevaluasi kontraktor pelaksana proyek jalan Kokar-Tulta-Mali di Kabupaten Alor.
Ia mengaku sudah perintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala pertanahan untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek yang kini dikeluhkan masyarakat.
“Kita telah perintahkan PPK dan juga Kepala Pertanahan untuk turun langsung dan melakukan koordinasi. Mereka sudah turun kesana. Jika pekerjaan kurang bagus, maka tentu kontraktornya dievaluasi,” ujar Maksi Nenabu kepada wartawan, Senin (22/3/2021).
Maksi menerangkan, lahan seluas 300 meter yang belum digusur kontraktor untuk membangun jalan dan drainase, karena masih ada keberatan dari pemilik lahan. Sehingga masih dilakukan koordinasi
“Saya sudah dapat laporan dari sana. Masih dikoordinasikan, agar masyarakat mau mendukung program ini,” tandasnya.
Sebelumnya, warga Kokar Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan pekerjaan jalan dan drainase Kokar-Tulta-Mali yang dinilai tidak berkualitas.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Karya Baru Calisa, dengan anggaran bersumber dari APBD NTT, yang dipinjam dari PT. SMI, sebesar Rp11,7 Miliar.
Pekerjaan itu dikontrakan pada tanggal 27 Oktober 2020, dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender.
Kasus tersebut juga telah diadukan masyarakat ke pihak pemerintah Kecamatan Alor Barat Laut, DPRD Kabupaten Alor bahkan ke pemerintah Provinsi NTT.
Sumber : Tribun
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.