Anggaran Infrastruktur Direlokasi, Pengusaha Jasa Konstruksi Pasrah

Pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Cianjur hanya bisa pasrah karena ada penarikan anggaran pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. berkenaan dengan penarikan anggaran pembangunan ini untuk dialihkan ke penanganan pandemi Covid-19, karena dampak yang ditimbulkan mengantam semua sektor, terutama ekonomi.

Pemerintah pusat melalui menteri keuangan telah mengeluarkan kebijakan penarikan anggaran pusat dan juga keputusan tentang pemotongan kegiatan maupun anggaran hingga 50 persen. Begitu dengan Pemprov Jabar, hampir semua kegiatan dan aspirasi programnya dibatalkan dan uangnya ditarik.

Hal sama dilakukan Pemkab Cianjur, Plt Bupati Herman Suherman melakukan relokasi atau pergeseran anggaran, diawali dengan penyediaan anggaran Rp100 miliar, ditambah lagi Rp350 miliar. “Iya betul kita lakukan pergeseran anggaran, tetapi semuanha berdasarkan arahan dan petunjuk dari Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri,” ujar Herman Suherman

Begitu pula dengan pemerintah desa, 35 persen anggaran dana desa harus direlokasi untuk penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya program bantuan langsung tunai, setia warga mendapat bantuan sekitar Rp300.000.

“Mau bagaimana lagi, rencana anggaran dana desa itu sudah berdasarkan musyawarah, tapi dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat, kami ikut saja demi warga kami juga,” ujar Epul Saepulah Kepala Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, pada Ayotasik.com, Kamis (21/5/2020). Salah satu pihak yang gigit jari dengan fenomena penarikan anggaran ini adalah pengusaha jasa kontruksi maupun pengadaan barang dan jasa.

Tapi para pengusaha memahami dan mengerti dengan situasi pandemi Covid-19. Akis (32) pengusaha jasa kontruksi memahami kondisi seperti ini, karena memang semuanya terdampak selama pandemi Covid 19. Tapi dirinya beruntung dibandingkan rekan-rekan pemborong lainnya, mereka sudah menang tender bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), tapi dibatalkan karena anggaran ditarik.

“Kami sebagai pengusaha tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya ini kan musibah yang tidak terdeteksi sejak awal. Harapannya pandemi Covid-19 bisa berlalu,” ujarnya.

GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *