Ambruknya atap plafon gedung DPRD Kabupaten Blitar pada saat gempa magnitudo 6,7 SR, pada Sabtu (10/04/2021) menjadi perhatian dan pertanyaan banyak pihak.
Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, Bangkit Sormin SH saat di minta tanggapannya mengatakan, sesuai perkembangan atau informasi yang mungkin juga kami dapat, mungkin sedikit, namun dari info yang ada mungkin dapat menjadi acuan bagi kami, untuk melakukan penelaahan nya,”Kata Bangkit Sormin.
Kajari Bangkit Sormin menambahkan, kejadian ambruknya atap gedung di DPRD saat ini,pembangunannya kan sudah sekitar lima tahunan, tetapi walaupun lima tahunan bisa menjadi pembelajaran juga terutama kepada Kontraktor kontraktor agar melihat situasi geografi Kabupaten Blitar seperti ada gunung berapi misalnya, mungkin juga kedepan akan juga terjadi yang kita tidak tahu, sehingga mereka bisa lebih hati hati untuk membuat pondasi yang lebih pas sesuai dengan kapasitas bangunan,”Ujar Kajari Blitar.
Menurut Kajari, mengatakan, kalaupun nanti ada informasi lanjutan tidak salah juga,”Kami bisa melakukan klarifikasi,”Jelas Kajari Blitar.
Sedangkan,Wasis Kunto Atmojo Anggota Komisi I Kabupaten Blitar, ketika di mintai tanggapannya menjelaskan,”Saya atas nama pribadi, dan Anggota Komisi I DPRD Kab Blitar dengan tegas meminta kepada BPK, untuk segera melakukan investigasi terhadap bangunan Kantor atau gedung DPRD Kab Blitar, mengapa demikian karena kantor tersebut masih tergolong baru, karena baru selesai dibangun pada tahun akhir 2013 dan baru di gunakan awal 2014.
Masih menurut Wasis, kedua terkait gempa bumi kemaren sebenar yang mengalami gempa kan semua nya, terutama di daerah Kanigoro tetapi kenapa rumah sekitar tidak ada yang terdampak gempa,rusak parah,hanya gedung DPRD dan Kantor Bupati yang rusak parah, ini ada apa ?
Sehingga kami patut menduga bahwasanya, kontruksi bangunan ataupun bahan bahannya dalam membangun kantor DPRD tidak memenuhi spek,” tegas Wasis.
Wasis juga mengatakan pada saat,Kami datang dan melihat lokasi melihat atap atap yang runtuh itu, disitu kami melihat kualitas galvalum, itu hanya kecil sekali, jaraknya hanya satu meter, untuk plafon itu hanya di tali dengan bendrat atau kawat sehingga bagi kami yang awam masalah bangunan itu tidak pas dan tidak layak.”Terang Wasis.
Wasis meminta kepada pimpinan untuk melakukan audit investigasi, agar pertanyaan kami semua bisa terjawab, bagaimana RKA nya, kalau bicara galvalum itu yang berapa Mili, jaraknya berapa cm ? apa 100 cm, atau 50 cm dan seterusnya.
Kami sebagai Anggota Dewan mau ngantor takut, khawatir, tahu sendiri kan Ruang Fraksi remuk, gentengnya jatuh, plavonnya jatuh semua bahkan ada tembok tembok yang retak di ruang Paripurna, kami mau ngantor was was kalau nanti ada gempa susulan atau tidak ada gempa kalau nanti runtuh siapa yang mau bertanggung jawab,” tegas Wasis.
Sumber : Mitra Today
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.