Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan proses pembangunan flyover Jalan Jakarta dan flyover Jalan Laswi Kota Bandung akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
“Masyarakat bertanya-tanya bagaimana kegiatan ini berjalan dengan adanya aturan, ada arahan Covid, ada protokol kesehatan di jasa kontruksi dan itu telah kami susun dan akan diaplikasikan dalam pelaksanaan di semua pekerjaan di lapangan,” ujar Kepala UPTD Wilayah III Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Jabar Ruhiyat di kantornya Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2020.
Menurut dia, tak hanya pada dua kegiatan pembangunan flyover tapi juga dua kegiatan lain pada duplikasi jembatan Leuwigajah dan juga di Jalan Kalimati Subang.
Dalam pengawasannya nanti, lanjut dia, ada tim kordinasi sesuai instruksi kadis. Pihaknya bentuk tim yang diketuai konsultan sebagai supervisi engineer, anggotanya dari pemerintah dan unsur penyedia.
“Di instruksi kepala dinas (BMPR) ada soal tata cara soal jasa konstruksi selama pandemi bahwa rekrutmen pekerja penyedia harus dilakukan proses pemeriksaan kesehatan. Kemudian, pekerja sebelum ke lokasi ada pemeriksaan setelah dilokasi ada pencegahan Covid diukur suhu, kenakan masker, jumlah pekerja di dalam area akan dibatasi,” ujar dia.
Terlebih, kata dia, Kota Bandung termasuk pada zona kuning dan masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Sementara itu, Kepala Dinas BMPR Jabar Koswara mengatakan, dalam kondisi Covid-19 pihaknya sudah menegaskan harus ada penerapan protokol kesehatan selama pekerjaan kontruksi berlangsung.
“Sudah ada protap dan sudah disosialisasikan ke kontraktor dan kita pantau agar tidak terjadi penyebaran Covid di area kontruksi di dua lokasi tersebut,” kata dia.
Nantinya, lanjut Koswara, selama proses pembangunan, kontraktor diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di antaranya dengan pengaturan suhu pekerja dan mengatur waktu kerja pekerja lapangan.
Selebihnya dia mengatakan, tahun 2020 ini, ada dua flyover yaitu Laswi dan di Jalan Jakarta.
“InsyaAllah tahun ini selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga kemacetan di area tersebut bisa tuntas. Memang ada kendala anggaran tapi kita prioritas disana karena untuk mengurangi kemacetan di kota Bandung di dua titik itu,” kata dia.
Sementara itu, Markurius Sembiring perwakilan pelaksana proyek flyover Jalan Laswi, Sarana Seja Ibadah KSO PT Gurky Putra Mandiri mengatakan, dengan adanya pandemi tersebut mereka siap untuk menerapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan kontruksi nanti.
Diakui dia akan ada penyesuian pola pekerjaan. Namun dia menjamin tidak akan mempengaruhi pada kualitas pembangunan maupun target tuntasnya proyek.
“Kami pegawai ada 80 orang, kami akan berlakukan suatu shift. Biasanya selesai jam 8, dengan adanya shift kedua itu bakal selesai pukul 12 malam,” ucap dia.
Dia menambahkan, pekerjaan kontruksi bagian atas akan membutuhkan tenaga banyak di awal-awal pekerjaan tahap kedua. Setelah dua bulan berjalan akan dikurangi. Tetapi pada jelang akhir pekerjaan, mereka membutuhkan tenaga yang banyak lagi karena proses finishing atau pada sekitar bulan November-Desember.
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia