Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) memprediksi realisasi investasi di sektor konstruksi pada triwulan II/2020 melambat karena terdampak Covid-19.
Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan sektor konstruksi menempati posisi kedua penyumbang tertinggi untuk realisasi investasi PMDN dengan Rp 14,1 triliun.
Sekjen AKI Joseph Pangalila mengatakan sektor konstruksi kemungkinan menyumbang dari proyek- proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) seperti pelabuhan laut serta udara. Tetapi, untuk periode triwulan II/2020 atau April- Juni, pihaknya memperkirakan akan ada perlambatan.
“Perkiraan saya semua sektor pembangunan akan slow down di triwulan kedua karena Covid karena harus ikut protokol Covid-19, sehingga jumlah yang bekerja juga berkurang, produktivitas juga berkurang, supply chain juga terhambat,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (20/4/2020).
Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19, sektor PMA memang tertekan karena masing-masing negara dalam posisi menunggu terutama untuk impor bahan baku sehingga pasokan juga terhenti.
Lebih lanjut, untuk PMDN di sektor konstruksi perlu ada insentif dalam konteks sisi kebutuhan seperti pinjaman dan bantuan program. “Jadi PMDN juga harus didukung dengan sektor finansial, kebijakan di aspek finansial untuk dukung peningkatan di daya beli, dari penanaman investasi kita dukung, tapi dari sisi fiskal dan finansial harus memback-up kondisi yang kondusif ke depannya,” katanya.
Dia mengatakan setelah berlalunya Covid-19, diperlukan sektor untuk menggerakan pemulihan dari sisi investasi seperti pariwisata. “Mudah-mudahan ketika pariwisata berkembang, berdampak pada infrastruktur dan perhubungan,” katanya.
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia