Pembangunan Museum HAM rampung pada 6 Februari lalu. Museum yang berada di Kelurahan Sisir, Kota Batu ini tinggal menunggu proses penyerahan dari pihak penggarap. Pengerjaan dilakukan PT Bara Furot Nagata.
Bangunan dengan luas 2.200 meter persegi itu terlihat sangat elegan dengan mayoritas corak berwarna putih dan abu-abu. Saat masuk kedalam, ruangannya pun sangat luas dan mempunyai tiga lantai.
Lantai pertama, kita diperlihatkan ruangan yang akan menjadi loket masuk. Lantai dua pun sama sangat luas serta ada ruangan khusus yang akan dipakai sebagai museum Omah Munir. Serta ada spot susana outdoor yang dapat melihat pemandangan luar.
“Di lantai dua, rencananya nanti juga akan dibuat tempat caffe di outdoornya itu. Pembangunan ini sudah 100 persen tinggal tunggu penyerahannya saja,” ujar Pelaksanaan Proyek PT Bara Furot Nagata, Widi Hermanto.
Pembangunan ini semula dijadwal rampung pada 23 Desember 2020 lalu. Namun pengerjaannya molor dan diterbitkan addendum hingga 20 Februari. Pengerjaan rampung pada 6 Februari, sebelum adendum berakhir.
“Pembangunan Museum HAM telah selesai 100 persen. Beberapa waktu lalu tanggal 6 Maret juga sudah dilakukan pemeriksaan pengerjaan bersama. Tinggal dilakukan penyerahan ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu,” ungkap Widi.
Widi menjelaskan dalam proses pembangunannya sempat terjadi masalah. Sehingga membuat proyek yang didanai oleh Pemprov Jatim tersebut molor dari target awal. Untuk kemoloran pengerjaan dari informasi yang dihimpun karena masalah administratif dari Pemprov ke Pemkot akibat pandemi Covid-19.
“Meski molor begitu semua dapat diselesaikan sesuai adendum. Begitu juga terkait denda pihak ketiga juga tetap bertanggung jawab,” imbuhnya.
Museum HAM pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini yang menjadi kebanggaan Pemkot Batu. Karena selain menjadi tempat edukasi diharap menjadi destinasi wisata mengenai HAM, baik di Indonesia maupun dunia.
Sebelumnya diketahui, peletakan Museum HAM Munir dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Minggu, 8 Desember 2019.
Untuk pembangunan mulai dikerjakan pembangunannya sejak tanggal 26 Juni 2020. Sesuai kontrak yang dimenangkan oleh PT Bara Furot Nagata pengerjaan akan selesai tanggal 23 Desember 2020 atau 180 hari. Dengan anggaran senilai Rp 8,2 miliar dari APBD Provinsi Jatim tahun 2020.
Selain proses serah terima, juga akan dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) apakah pembanguan sesuai spesifikasi atau tidak. Juga dibutuhkan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS), Perwali dan bahkan dibutuhkan Perda terkait pengelolaan dan lain sebagainya.
Sekretaris DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto menyampaikan terkait pengerjaan Museum HAM Munir pengerjaan sudah diselesaikan. Namun untuk proses masih cukup panjang seperti dilakukan serah terima tahap pertama dan kedua dari pihak ketiga ke Pemkot Batu.
Untuk denda yang harus dibayarkan oleh pihak ketiga dalam satu hari sesuai dengan denda keterlambatan 1/1.000 dari total kontrak Rp. 8,2 miliar. Artinya per hari pihak ketiga dikenakan denda Rp 8,2 juta.
“Museum HAM sudah selesai dikerjakan. Tinggal dilakukan serah terima yang kemungkinan dilakukan dalam waktu tiga bulan kedepan. Memang dalam pengerjaan ada kemoloran. Artinya pihak ketiga harus membayar denda sesuai kemoloran pengerjaan,” terangnya.
Sumber : NusaDaily.com
GSM Certification salah satu Jasa Sertifikasi ISO Terpercaya di Indonesia, Sudah banyak membantu perusahaan (Kontraktor, Manufaktur, General Services Provider, Pemerintah dan Non Pemerintah, etc) dalam proses Sertifikasi ISO. GSM Certification juga sudah banyak bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor di Indonesia.