Hadapi Tantangan MEA dengan Sertifikasi ISO

Hadapi Tantangan MEA dengan Sertifikasi ISO

Tahun 2016 adalah tahun di mana kebijakan MEA mulai diterapkan oleh pemerintah negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Artinya, tenaga kerja asing akan berseliweran di negara ini. Begitu pula sebaliknya, pekerja Indonesia pun akan tersebar di beberapa negara ASEAN.

Namun, istilah MEA di Indonesia sendiri masih terdengar asing untuk sebagian besar masyarakat, baik pada kalangan menengah atas atau menengah ke bawah. Tidak terlalu banyak yang tahu dengan pasti, apakah yang dimaksud dengan MEA? MEA adalah sebuah pasar tunggal yang disetujui oleh negara-negara di ASEAN pada dekade lalu. MEA sendiri adalah singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dalam istilah asing, MEA disebut sebagai ASEAN Economics Community.

Sertifikasi ISO itu membuktikan bahwa prosedur sistem yang ada pada suatu perusahaan dan orgnanisasi konsisten dalam menghasilkan mutu produknya. “Dengan adanya prosedur dan sistem sesuai standar ISO, maka kualitas produk dan jasa tersebut dapat dijaga secara konsisten.

Hubungan lainnya, ketika sumber daya manusia telah menerapkan Sertifikasi ISO atau menerapkan Sistem Internasional atau telah mempunyai sertifikat kompetensi maka sumber daya tersebut mampu bersaing dengan sumber daya asing yang akan datang ke Indonesia. Dengan memiliki sertifikat konpentensi sumber daya lokal tidak akan terjajah atau terganti oleh sumber daya asing.

Sertifikasi ISO memegang peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan dan organisasi yang ingin bersaing secara global. Perusahaan dan Organsiasi yang memiliki sertifikasi ISO akan memiliki kemungkinan lebih untuk memenangkan kompetisi pasar. Hal itu disebabkan karena adanya jaminan kualitas dan kredibilitas dari produk atau jasa yang ditawarkan, serta kepercayaan konsumen akan brand terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected n_n